Rabu, 04 April 2012

Catatan Reuni Alumni SMP Maria Goretti 1974

Persiapan panitia

Berawal dari sekedar esemes ( sms ) dari seorang teman ke teman lain timbullah ide dan kerinduan yang dalam untuk menghimpun kawan kawan alumni SMP Maria Goretti  tahun 1974 yang konon kabarnya sudah begitu menyebar keberbagai kota bahkan ada yang tinggal di luar negeri. Berbekal keberanian dan tekad segelintir teman membentuk Panitia pada tanggal 21 Agustus 2011 di Restoran Oasis Semarang. Tiap bulan Panitia bertemu di rumah salah seorang rekan untuk mengadakan rapat persiapan pelaksanaan Reuni. Dari waktu yang ada teman teman ada  yang getol mencari satu persatu teman teman yang dulu sama sama se SMP. Setiap kali pencarian menambah jumlah teman yang masuk daftar pencarian.Bukan perkara mudah karena yang bersangkutan ada yang sudah tidak beralamat di alamat dulu, kalaupun ada no HP yang belakangan dicatat kadang juga tak bisa dihubungi mungkin sudah ganti nomor, bahkan ada yang telah berpulang. Dari sekian banyak teman yang ditemukan tim mendapat informasi keberadaan teman teman yang lain, dengan cara getok tular. Sampai sampai tim meluangkan waktu ke TU SMP mencari data teman teman yang belum ada, tapi sayang data data yang ditulis dalam sebuah buku telah lumat dimakan rayap, karena arsip tidak computerized. Namun disyukuri  jumlah yang bersedia hadir 54 orang dari jumlah 70 orang yang terdata.Kuakui ini adalah kerja keras yang dibarengi dengan komitmen untuk mempertautkan kembali tali silaturahmi yang pernah kita jalin 37 tahun yang lalu dan terurai setelah kami lulus .Untuk merunut satu persatu teman teman yang tidak pernah berkomunikasi sekian lama bukanlah pekerjaan sepele. Namun kesehatian dari teman teman yang telah meluangkan waktu,pikiran, tenaga juga dana membuahkan suatu perjumpaan yang amat berkesan bagi kami semua.

Kumpul pagi

Jadilah acara Reunian yang jatuh pada hari Sabtu tanggal 10 Desember 2011 yang diawali dengan kumpul pagi dirumah  Agustina Devi Jl. Durian III/3 Banyumanilk Semarang. Menu pagi yang menyambut kami adalah bubur sumsum dan serabi kancing, Es dawet dan lumpia basah dan goreng menyertainya. Ada registrasi ulang, kami mendapat name tag dan berkesempatan berfoto untuk katalog. Selebihnya waktu kami gunakan  mondar mandir menghampiri teman teman, merangkul, mencubit memukuli riuh rendah suara canda tawa, bahkan sempat ada yang menitikkan air mata saat bercerita, ditambah foto sana foto sini dan  mengumbar obrolan  soal tempat tinggal, pekerjaan, jumlah anak, kegiatan kini atau sekedar mengenang peristiwa yang dulu pernah dialami sama sama, seperti memutar film. Kendala yang kami alami adalah tidak dengan mudah kami mengenali satu persatu teman teman, karena mungkin kita berbeda kelas , tidak terlibat langsung dengan sesama teman atau pindah kota setelah satu tahun belajar di SMP, perubahan penampilan, ada yang bertambah berat badan ada yang ajeg, ditambah daya ingat yang mulai menurun. Namun setelah satu sama lain perlahan saling mengingatkan rangkaian peristiwa demi peristiwa  barulah kami ingat, sepert timbul lagi memori yang sudah terpendam di alam bawah sadar sekian puluh  tahun.
 Kami tidak pernah menyangka bahwa kami masih bisa berjumpa melepas rindu, mengenang kegiatan yang pernah kita lakukan bersama baik yang indah ataupun yang mengesalkan,dan kenakalan kenakalan  kecil yang tersimpan rapi dalam kotak ingatan, juga perilaku guru kepada kami  terungkap semuanya diselingi jeritan dan derai tawa kami.

Disekolah

Bersiap pada jam 11.00 siang kami  menuju ke SMP Maria Goretti di Jl. Imam Bonjol  198 Semarang dengan mobil mobil pribadi kami berangkat, karena jam 12.00 Suster Kepala sekolah dan guru guru sepakat menunggu kami di sekolah dan perjalanan cukup makan waktu. Diterima di Aula SMP kami dipersilahkan duduk di kursi kursi yang sudah ditata. Rupanya bincang bincang belum cukup di rumah Devi pagi hari ,sehingga masih diteruskan lagi, hinggap di kursi satu ke kursi lain mengobral  kisah, sambil terus jeprat jepret sana sini tidak bosan bosan.
Rupanya setelah 37 tahun ruang ruang dan bangunan sudah berubah tidak seperti dulu. Namun gedung sekolah ini menjadi saksi bisu kami pernah selama 3 tahun belajar disini dengan segala  macam tingkah laku kami sebagai anak remaja baik yang santun maupun yang memalukan. Ada yang suka jajan melalui jendela kelas yang kebetulan menghadap Jl. Pemuda, karena kami didisiplin tidak boleh jajan di luar, jadi jajan didalam tapi penganan dari luar.Bahkan temen teman tim voli ada yang pengin jambu air di dalam bangunan susteran sengaja melempar bola kedalam, dan permisi ambil bola sambil menyabot jambu air yang tumbuh disana memasukkan ke dalam kantong celana olah raga yang berkaret dilingkar pahanya, tanpa sadar semut menggigitnya. Walah….kapok!
Ketua Panitia Devi memberikan sambutan pembukaan, dilanjutkan sambutan suster Yustina yang masih muda. Pada kesempatan ini kami menyampaikan tanda kasih berupa 2 unit AC yang secara simbolis diterima oleh suster dan disampaikan oleh Devi dan Helena Winarti. Maharati memandu acara dengan sedikit percikan gurauan dan sentilan sentilan pada kami yang menambah hangat  acara ini. Kunjungan ke sekolah ditutup dengan  makan siang bersama suster dan guru guru SMP Maria Goretti yang masih mengajar saat ini berjumlah 26 orang.
Menyusuri lorong menuju pintu keluar  penjual foto sudah memajang foto hasil jepretan paginya. Wuih…..bagus bagus fotonya. Kelihatan ceria, senang, sukacita. Masih awet muda semua, serasa kita ada di sekolah lagi.
Meninggalkan sekolah jam 13.30 untuk beristirahat. Namun ada yang masih akan jajan atau berkeliling kota, maklum tidak semua berasal dari kota Semarang.

Temu malam

Jam 18.00 kami djadwalkan kumpul kembali, namun teman teman tidak selengkap paginya,  karena ada yang berhalangan. Sore itu hadir beberapa mantan guru guru yang diundang  : Bp. Dudung guru Ilmu Bumi ( istilah dulu) yang terkenal galak, disiplin,kami sering kaget saat beliau memukulkan penggaris dengan keras ke meja. Hobinya menjambak rambut murid tatkala kami tidak membawa atlas.Ibu Mercy guru Ilmu Bumi  terkenal kalem tidak pernah marah, halus pembawaannya, Bp Hardono guru Agama beserta istrinya, beliau lupa bahwa kami adalah sekolah putri, makanya beliau tanyakan yang cowok mana semua, maklum sudah berusia 73 tahun.  Tidak semua dari para guru masih gesang, ada yang sudah mendahului kita, ada guru guru yang kami dengar masih ada namun kami tidak berhasil melacak  alamatnya. Satu hal yang disayangkan menjelang Reunian ini Sr. Angelique mantan  Suster Kepala SMP Maria Goretti tahun 1974  pada hari Sabtu  tanggal  3 Desember 2011 telah dipanggil pulang Bapa di surga.
Belum merasa bosan dengan perjumpaan kami setengah hari sebelumnya kami melanjutkan obrolan kami sambil menyantap hidangan malam yaitu : mie lontong, nasi ayam, wedang ronde, jamu jun dan aneka kudapan : combro, tahu petis, tempe mendoan yang semuanya khas Semarangan.
Di pekarangan rumah Devi yang cukup luas kembali kami berbaur menikmati udara malam dihibur oleh seorang singer dan seorang keyboardist  dengan lagu lagu dendang  gembira. Yang bisa bergoyang poco poco langsung naik ke pendopo berjoged ria .Masih dengan celotehan kanan kiri dan jeprat jepret, kami juga bergambar bersama  mantan  guru guru.
Sepeninggal guru guru pulang kerumah masing masing,Ibu Maharati melontarkan pertanyaan pertanyaan  berhadiah, juga terdapat game game yang biasa dilakukan anak anak, benar benar  seperti anak anak lagi. Yang menang dapat hadiah. Hadiah hadiah mungil namun berkesan mendalam karena hati kami ada dalam kebersamaan, membaur  larut menjadi satu lupa status sebagai ibu ibu bahkan ada yang sudah eyang putri.

Akhir perjumpaan

Jam menunjukkan 21.30 , terlalu singkat, tak ingin kemesraan ini berlalu seperti lagu yang dilantunkan malam itu. Di penghujung   acara, kami berdendang bersama di Pendopo  bergandeng tangan merasakan hangatnya ikatan persaudaraan yang melekat kembali. Jika dulu saat kami berteman di SMP barangkali sempat marahan, tersinggung, jotakan ( diam diaman), namun malam itu benar benar  tak ingin disudahi. Namun dinginnya malam dan letihnya tubuh telah mengisyaratkan perjumpaan memang harus diakhiri, karena esok masih ada yang harus kembali ke Jakarta dan kota lain pada pagi hari, berpamitan dengan peluk cium perpisahan. Ternyata masih ada juga teman teman yang ngelayap malam hari itu eh….masih cari makanan lagi. Ya ampun…………Mumpung, kata mereka.
Pertemuan telah tunai, dengan janji pada  bulan April 2012 kami akan bersua pada acara Ulang Tahun ke 60 SMP Maria Goretti namun sebagai tamu. Kembali ke rumah masing masing ke Jakarta, Gresik , Surabaya dan Salatiga, kembali ke tugas masing masing di bidang masing masing berbekal kasih persaudaraan, semangat hidup serta  harumnya silaturahmi  yang disirami kembali setelah terkubur oleh banyak kerepotan pribadi. Reuni kali ini menempati ruang di hati kami. Sampai bertemu kembali kawan! Terima kasih.
Alumni SMP Maria Goretti  Mejeng 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar