Kamis, 05 April 2012

Durian di Negeri orang

Buttered Durian
Gelaran Durian di Bugis Market

Mendengar nama durian penggila buah ini akan antusias sekali dan ingin mencobanya apalagi durian yang dimaksud adalah durian sejati. Terbayang wanginya yang membakar selera  apalagi lezatnya di tiap jilatan. Hmm……Terus dimakannya bareng bareng. Seru abis.
Banyak jenis durian namun yang populer  adalah jenis durian “ Petruk” dan “Medan” di Indonesia Di Singapura adalah  “ Mao San Wang” ( Raja kucing gunung atau Raja musang ) atau “Buttered durian” lebih kecil tapi rasanya lebih manis  daripada durian  Thailand “Mon Thong.” Kadang ada rasa pahit yang sedap bukan karena jenisnya tapi sifat durian itu.

 Bagi yang bermusuhan jangankan makan mendengar selentingan soal durian membuatnya pening apalagi mencicipinya merupakan mimpi buruk. Apalagi penderita trigliseride tinggi tak akan pernah boleh memakannya.
Berkeliling di Bugis Market di Bugis street Singapura sempat aku memandangi penjual “Buttered Durian” yang menggelar dagangan secara terbuka. Durian yang sudah dikemas dalam tatakan sterofoam putih dibalut dengan plastik dijajar berderet . Disarankan makan ditempat. Durian disana dianggap seperi snak yang selalu kita ingin makan lagi. Warna kuning matang seperti mentega sangat menggoda, terbayang rasanya yang pasti luar biasa. Duh……!! Cepat cepat aku lalui stand ini kuatir makin tergoda, untung saja harganya S $ 10 per pak, jika saja lebih murah aku akan beli. Katanya kalau mau murah belinya waktu gelaran hampir tutup dan sudah larut malam. Jangan coba coba pencet, sudah ada peringatan yang ditulis dengan spidol merah “Do not press Durian”.Tapi teringat akan  petaka yang akan terjadi bila aku makan durian karena akan pengaruhi kesehatanku seperi saran dokter, petaka lain yaitu bila  membawa bawa durian di negeri ini maka aku mengurungkan niatku.
Disetiap sudut area publik seperti bis umum, hotel, stasiun, bandara, mall dan rumah makan setiap kali aku baca “notice”  gambar durian yang diberi tanda silang. Tidak tanggung tanggung denda dikenakan sebesar S $ 5000 bagi yang tertangkap basah membawa durian ketempat umum. Jadi kalau tidak ketangkap mungkin ya selamat.Ah…tapi riskan. Masa bawa durian yang sekotak S $ 10 bisa didenda S $ 5000 hanya untuk memenuhi ego? Mau makan durian? Ya ditempat yang jual saja “ on the spot”. Alasan larangan diatas karena mengganggu kenyamanan orang lain . Kan tidak semua orang bersahabat dengan durian.
Orang Eropa menyebut durian sebagai  “ stinky fruit or smelling fruit” karena aromanya yang aduhai. Menyengat sekali . Dimakan fresh atau dibuat makanan olahan durian mempunyai rasa khas legit, lekat dan lezat.

Menyaksikan “Thai trade “ di Singapura aku ditawari manisan durian produk pabrik di Thailand. Rasanya tak terlalu manis tetap berasa durian karena asli dari buahnya. Bentuknya gumpalan kecil kecil warna kuning muda dikemas dalam aluminium foil dengan desain cantik menarik.

Bersyukur di tanah air aku masih bisa menikmati durian paling tidak lebih bebas daripada di negeri orang. Bebas dalam arti tidak akan kena denda membawa bawa durian tapi tetap waspada kesehatan. Walaupun suatu hari  pernah dipelototi orang saat membawa durian di travel umum. Kan cuma itu tidak didenda, disini juga tidak ada larangan keras kecuali di pesawat. Beres deh !
M

Tidak ada komentar:

Posting Komentar