![]() |
| Contoh surat keterangan sakit palsu |
Menemukan sejenis surat dokter dalam jumlah banyak dan semuanya sama, timbul pertanyaan dalam benakku.
“ Apa ini dan untuk apa?”, sambil meneliti kertas kertas yang berserakan di jok mobil.
Penasaran aku menghampirinya dan bertanya :
“ Ini apa ya kertas kertas surat dokter?”
“ Oh, itu surat dokter yang aku beli”, jawabnya singkat.
“Beli ?” seruku!, Maksudmu ?”
“Iya aku beli satu paket ‘, jawabnya sepotong.
Pengin tahu, aku masih terus mengejarnya dengan pertanyaan :
“Satu paket isi berapa dan harganya berapa?”
“Isi 10 lembar , lima puluh ribu, Ma. Kalau aku absen di kampus harus ada surat dokter, gampangnya ya aku beli on line”.
“ Terus gimana caranya ?”, cecarku.
“Ya tinggal pesan di inet, transfer uang di ATM dan delivery, kalau mau pake resep ya bisa juga, jawabnya.
“Hah……………..?”, kataku terheran heran sambil mengambil kesimpulan sendiri. Jadi para mahasiswa melakukan ini, kataku bergumam.
Secara logis memang para mahasiswa membutuhkan surat dokter, dilain pihak mereka kompromi dengan praktik ilegal macam ini dengan alasan dan pertimbangan tertentu.
Pertama ,biaya dokter di Jakarta mahal, apalagi mereka tidak sakit, hanya mencari alasan sakit. Kedua , berhemat waktu, karena tugas tugas mahasiswa yang bejibun. Ketiga, tempat praktek dokter umumnya jauh, butuh transportasi. Keempat , sakit apa bisa diatur sesuai selera, tidak sakit cuma mau cabut mungkin kesiangan bangun atau malas jadi intinya mau bolos.
Apakah hal serupa terjadi di kampus lain, dalam kesempatan menelpon mantan murid yang kuliah di Jakarta Barat aku sempat menanyakan itu , dia mengiyakan praktik memalsukan surat ijin sakit dengan resepnya sudah biasa. Jangan salah, mereka juga punya alamat dan nomor telpon yang bisa dipertanggung jawabkan, kalau kalau pihak universitas menghubungi soal keabsahan surat ijin tersebut, tergantung lihainya mereka.Ternyata jasa pembuatan surat ijin sakit, opname atau cuti sudah dilakukan blak blakan secara on line. Tinggal pilih dokter umum atau spesialis, surat dilengkapi cap stempel dan tanda tangan plus kop surat. Kalau mau blanko juga ada, tinggal isi form sendiri sesuai waktu yang diinginkan. Dan ternyata pula jasa ini mengatas namakan ratusan RS di Jakarta dan diminati oleh siswa, mahasiswa, karyawan atau professional yang ingin tidak masuk dengan 1001 macam alasan. Wah….. kok aku ketinggalan jaman.
Kalau begitu surat dokter yang dikeluarkan diragukan dibuat oleh seorang dokter, tapi mengaku dokter, berarti surat palsu oleh dokter palsu dengan stempel palsu pula. Seandainya dibuat oleh seorang dokterpun praktik ini adalah tindakan tidak terpuji karena tanpa diagnosa dokter mengeluarkan surat ijin sakit. Memang dalam hal ini tidak ada yang dirugikan, sama sama diuntungkan, simbiose mutualitis baik pengguna maupun penjual surat dokter palsu, seperti jaman masa kecilku ketika anak anak main dokter dokteran dan memberikan secarik surat dokter dan resep yang dibuat anak anak yang bukan dokter beneran. Cuma mencoreng sedikit wajah dokter Indonesia, parahnya ternyata gelar dokter dapat digunakan asal asalan atas nama bisnis, ujung ujungnya urusan perut dan dapur mengepul. Menukar ketidak jujuran untuk sepiring nasi.
Menyimpulkan hal ini aku pikir memang sebuah bisnis awalnya timbul dari kebutuhan seseorang atau sekelompok orang akan sesuatu. Peluang yang manis ini akan dicaplok, seperti cicak yang dengan sigap menelan mangsa. Ah ,ini kecil, ijasah dokter palsu yang jauh lebih merugikan malah sudah marak.
Menindak lanjuti praktik ini bukan tugasku. Biarlah jamur tumbuh subur di musim hujan.Cukup praktik yang demikian berhenti disitu saja, jangan menyusup dan merasuki kehidupan generasi muda yang akan memasuki dunianya dan menyongsong terbitnya masa depan. Dan mereka sekedar tahu bahwa memang ada praktik itu dan mereka pernah memesan.Cukuplah !.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar