Rabu, 04 April 2012

Aku, dia dan DIA

Aku, dia dan DIA


Kisah Nyata
 Hubungan harmonis

Masih segar dalam ingatan dulu aku pernah bertetangga dengan sebuah keluarga, suami isteri dan seorang anak laki laki mereka. Kami tinggal di mess perusahaan yang sama, karena suami wanita ini sekantor dengan suamiku.
Dia tidak bekerja, sementara aku guru privat Bahasa Inggris yang  hanya pada sore hari saja bekerja. Aku berkawan baik dengan dia, karena  alasan diatas, lagi pula rumahnya diseberang rumahku. Waktu senggang kami habiskan bersama., sering membuat kue bareng, jalan jalalan bareng, mengobrol bareng, ke dokter juga bareng. Bahkan apapun yang dia butuh dan aku ada  aku tak menggenggam tangan, aku pinjamkan atau malah kuberikan . Aku memang begitu sifatnya, jika sudah klik dan klop  aku tak menahan apapun dariku. Aku merasa mujur ada dia sebagai  saudara perempuan  seperti saudara perempuanku sendiri ,karena adik adikku tinggal jauh dariku.Sungguh rukun, indah, manis dan harmonis.

Hubungan retak
Entah ada hembusan rumor apa tentang aku ,tiba tiba saja dia berubah. Dia mulai mengasingkan diri dariku  dan kami tidak melakukan kegiatan  sama sama seperti  sebelumnya Karena rumah kami berdekatan, kami sering bertemu tapi tanpa kata, tanpa sapa apalagi tawa. Yang selalu lebih memerihkan, jika dia bertemu denganku mukanya ditutup dengan payung yang kebetulan dibawanya. Hubungan yang tadinya sangat  apik menjadi retak.  Secara pribadi aku merasa sangat tidak tenteram, dilain pihak aku tidak cukup punya nyali menanyakan mengapa dia bersikap demikian, oleh karena itu aku juga membiarkan dia mengambil sikap dan keputusannya sendiri. Aku masih berusaha menegur dia tatkala kami berpapasan, tapi usahaku tidak berbuah. Aku jadi malu sendiri.  Sakitnya………….hati ini.Aku jadi salah tingkah dan merasa bersalah. Sejak saat itu aku berusaha mengkoreksi diri sendiri,  mengingat ingat jangan jangan selama aku bergaul dengan dia aku ada salah kata atau salah ucap bahkan salah tindak yang mungkin mencemari  perasaannya , menusuk hatinya, atau mengusik harga dirinya. Sayangnya aku tidak menemukan kesalahan apapun dalam diriku, ataukah aku terlalu sombong ,sehingga kesalahanku bersembunyi dibaliknya. Ah……!!!!! Sudahlah makin aku memikirkannya makin aku stress. Sakit hati makin akut, sehingga aku tidak dapat membendungnya lagi, karena lama lama akan membusukkan tulangku.

Mengambil sikap

 Aku mengambil langkah positip yang aku pandang cukup menolong ,mohon ampun kepada Tuhan,jika aku telah membuat hati seorang kawan  tersakiti secara sadar atau tidak.
 Mendoakannya , jika dia bersalah agar Tuhan mengampuni dia  seperti Dia mengampuniku.
 Memintakan kucuran berkat untuknya, dan dengan kerendahan hati mohon agar  Tuhan memulihkan hubungan kami.
Dengan kerinduan yang dalam akan jamahanNya aku terus berdoa tanpa henti selama 2 tahun. Aku seperti tidak rela. Aku seperti mau membuktikan padanya bahwa aku tidak salah. Dua tahun bukan waktu yang singkat. Saat aku gencar melakukan ini,ternyata Iblis tidak berpangku tangan. Selalu saja ada bisikan halus berkata :
“ Kamu bodoh sekali, dia aja ga mikirin kamu, tapi kamu susah susah buang waktu berdoa untuk dia. Apa untungmu, kamu rugi kan?”  

Nah…..… ini benar benar Iblis.
Aku sempat berkata kepada Tuhan : “ Tuhan aku bosan mendoakan dia”.
 Dalam hati aku bergumam :

“Aku benar benar bodoh ya!.  Sudah tahu hati meradang masih terus berdoa,seperti menjaring angin .Apa iya?”
Sebaliknya bisikan Tuhan menimpali : “ Teruslah berdoa, anakku !”.Rupanya suara lembut itu lebih kuat ,sehingga aku terus berdoa, walaupun benar benar seperti mengejar asap.
Imanku benar benar ditempa ,aku minta Tuhan mengokohkanku untuk tetap berdiri tegak ,tidak goyah agar Dia menyatakan kemuliaanNya. Dalam keseharianku aku tetap melakukan aktifitasku seperti biasa ,namun ada sumbatan yang menjejali hatiku.

Gelas merekat

Tuhan mendengar doaku. Secara ajaib dan tak pernah aku pikirkan sebelumnya, pada suatu hari Natal dia tiba tiba datang kerumahku dan ini mengejutkanku dan membuatku melongo berkepanjangan, walau demikian aku tidak pasang raut muka . Setelah dua tahun, ya sekali lagi dua tahun………., ajaib benar, Allah itu luar biasa. Dia mempertemukan kami kembali. Dia membawa dua buah jambu Bangkok minta untuk diberikan kepada anak anakku yang waktu itu masih kecil. Tak berkesudahan  rasa heranku, aku mengucapkan terima kasih padanya. Ucapan terima kasih yang paling manis yang aku pernah rasakan saat itu, bukan dua buah jambunya, tetapi karena disertai rasa syukur yang meluap atas  “ rawuh “nya kerumah yang melegakan, mengurai gumpalan dan kebekuan perasaan hati,terlebih atas karunia Allah, bahwa sekian lama aku berlutut tidak sia sia, “kebodohan”  dan “ketololan” ku tidak terbukti.

Dalam sujudku aku bersyukur kepada Tuhan dengan berderai air mata berseru  : “Engkaulah Allah yang hidup, Engkau Allah yang tak pernah terlelap, Engkau Allah yang peduli”, terima kasih Tuhan”. Tuhan telah menjamah aku dan temanku sehingga hubungan kami pulih. Luar biasa kukatakan sekali lagi : “Luar biasa”.”Tiada yang mustahil bagi orang percaya”. “Doa orang benar besar kuasanya”.
Setelah peristiwa tersebut kami berkawan lagi, tapi sayang tidak lama kemudian dia sekeluarga pindah ke Pasuruan, Jawa Timur.
Perihal pertemanan memang bisa dianggap pelik, terlalu baik, terlalu dekat sering menjadi bumerang tatkala muncul ketidaksepahaman pendapat, pikiran, gagasan bahkan soal sepele, terutama antara wanita yang pada dasarnya kurang rasional, sensitif, emosional dan sentimental. Menyikapi hal senada, hubungan pertemanan akan menjadi sesuatu yang dinantikan dan dirindukan dalam koridor saling menghormati, terbuka, apa adanya, jujur, saling percaya, saling menghargai satu sama lain serta menaruh kasih terlebih jika masing masing mengharapkan suatu hubungan pertemanan yang langgeng.
Manusia terbatas sebagai manusia, bak gelas yang pernah retak jika direkatkan kembali masih akan nampak guratan keretakannya namun bila Tuhan ada diantara kita maka hubungan antar sesama mewujud nyatakan kasihNya yang sempurna  dalam kita. 

Catatan : Natal adalah kelahiran Yesus yang memulihkan hubungan Allah dan manusia, juga hubungan antar manusia. Selayaknya hati kita merayakan Natal setiap saat, karena kelahiran Yesus menghadirkan kuasa untuk memulihkan sebuah hubungan sesuai yang dikehendakiNya dari semula bumi diciptakan.
Selamat Natal bagi sahabat, teman, handai taulan dan seluruh kerabat. Damai dibumi ! Damai dihati!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar